• PELUANG EMAS UNTUK MENJADI AGEN MAJALAH BAHANA
  • SEKALIGUS PEWARTA KABAR BAIK!
  • ANDA BERMINAT? SILAHKAN HUBUNGI: KANTOR MAJALAH BAHANA:
  • JL. BEO 38-40, YOGYAKARTA 55281
  • TELP. (0274)561881 EXT 113/208

Tugas Gereja

By: ina | Misi Gereja | 11 Aug 2009, 11:00:16 | Dibaca: 6697 kali

Setidaknya ada dua tugas yang harus dikerjakan gereja kepada negara. Gereja dipanggil untuk mendoakan penguasa (1 Tim. 2:1). Namun bukan berarti gereja harus “menyembah” penguasa melainkan menyembah Allah. Jika sembah yang patut diberikan kepada-Nya diberikan kepada penguasa, maka gereja telah memberhalakan penguasa. Doa yang dipanjatkan kepada penguasa adalah supaya Tuhan mengaruniakan hikmat dan pengertian dalam mengelola negara dan supaya Tuhan mempertobatkan penguasa jika ia melalaikan kewajibannya dan tidak menaati perintah-Nya. Sebab, sesungguhnya kekuasaan yang dimiliki penguasa berasal dari Tuhan (Yoh. 19:11). Karena itu, melalui doa kita, biarlah Tuhan sendiri yang menegurnya.

Gereja juga dipanggil untuk memperingatkan penguasa jika ia menyalahgunakan kekuasaan. Seperti para nabi memperingatkan penguasa, demikian juga tugas gereja. Misal, ketika Natan memperingatkan perselingkuhan Daud, dengan rendah hati, Daud bertobat (2 Sam. 12:1-15, Mzm. 51). Ketika Yohanes menegur perselingkuhan Herodes, bukan pertobatan yang terjadi melainkan kepala Yohanes yang dipenggal (Mrk. 6:16-19). Dengan kedua peristiwa itu, ketika memperingatkan, gereja harus menghadapi dua tipe penguasa yang berbeda, yaitu rendah hati dan tegar tengkuk. Jika menghadapi penguasa yang tegar tengkuk, gereja harus berani mengambil risiko seperti Yohanes, yaitu dipenjarakan. Hanya saja, nyali Yohanes menjadi kendor karena ketika ia mempertanyakan kemesiasan Yesus (Mat. 11:2-3). Sikap gereja jangan seperti itu!

Dalam Pilpres 2009 ini, siapa pun Presiden yang terpilih, dua tugas gereja ini harus dipegang teguh. Kita harus mendoakan dan memperingatkannya. Hanya saja tugas kedua lebih berat karena lebih berisiko daripada tugas pertama. Meski demikian, apa pun risikonya harus kita hadapi sama seperti ketika Natan dan Yohanes menghadapi para penguasa. 

Sumber: Renungan Siang, Agustus 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer




Berita IT

© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2015
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13