Menjaga Perkataan

By: yus | Renungan | 10 Aug 2009, 09:08:10 | Dibaca: 2843 kali

Bacaan: Yakobus 3:1-12
Suatu kali, teman saya yang bernama Agus mendadak marah ketika Didi, rekannya, sambil bercanda hendak meminjam gitar kepadanya. Sebenarnya, gitar tersebut milik teman kos Agus. Didi hanya berpura-pura menganggap Agus yang mempunyai gitar itu, namun gurauan itu ditanggapi serius oleh Agus. Kejadian itu membuat Agus marah dan tidak mau berbicara dengan kami berdua selama dua hari. Sampai akhirnya saya dan Didi datang kepadanya untuk meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi di antara kami.

Kadangkala tanpa kita sadari, orang lain bisa kepahitan atau sakit hati karena perkataan atau perbuatan kita, walaupun sebenarnya tidak ada maksud untuk melukai perasaan orang tersebut. Kalau kita mengalami hal ini, alangkah baiknya jika kita menyadari dan secepatnya mengusahakan supaya saudara, teman, bahkan orang lain mau mengampuni dan memaafkan kita. Tetapi, jika kita memilih untuk mengabaikan dan membiarkannya berlarut-larut, maka kepahitan pun akan tetap membekas di hati kita dan orang yang kita sakiti tersebut. Hari ini, Tuhan mengingatkan untuk kita senantiasa menjaga lidah, terutama dari setiap perkataan negatif yang dapat menghancurkan diri sendiri dan orang lain. Kasih karunia Allah akan membuat kita mampu untuk menguasai lidah dan perkataan kita. Sama seperti sumber air hanya bisa mengeluarkan satu jenis mata air, Allah pun menginginkan agar hanya sesuatu yang baik keluar lewat perkataan kita. Belajarlah untuk senantiasa berkata-kata positif dan memberkati orang lain sehingga orang yang mendengarnya dapat dikuatkan, dimotivasi, dan merasakan damai sejahtera dari Allah. Amsal 21:23 berkata, ¨Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari kesukaran.¨ Hidup kita dapat terhindar dari kesukaran ketika kita belajar untuk memperhatikan apa yang keluar dari mulut kita.

Pagi ini, mintalah kasih karunia Tuhan sehingga kita dimampukan untuk mengatakan hal-hal yang baik, kepada siapa pun, dan di manapun kita berada. Berhati-hatilah sebelum berkata-kata, termasuk dengan setiap gurauan kita. Jadilah orang yang membawa berkat melalui perkataan kita supaya nama Tuhan dipermuliakan. 

Sumber: Renungan Pagi, Agustus 2009

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!


Warta Populer


Layanan SMS

Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REMA
Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> REPA
Untuk Renungan Siang
Ketik REG <spasi> SIANG

Kirim ke:
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363

Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas

Khusus untuk TELKOMSEL
Ketik REG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA)
Kirim ke 5454.
Untuk berhenti berlangganan, ketik UNREG MALAM (atau SIANG, PAGI, MUDA) ke 5454
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN


Pengumuman

RALAT BAHANA cetak edisi November 2012
24 Okt 2012
Lowongan Penerbit Andi
15 Jun 2012
© Copyrigth @ CV. Andi Offset 2014
Contact: Online Devision
Jl. Beo 38-40
Yogyakarta, 55281
Indonesia
Tlp: 0274 545 465 ext. 204
ebahana.com v. 3.0.12.13