Pdt. Chris Marantika, Th.D.,D.D.: Hadirlah dengan Meyakinkan
By: Manati I.Zega/Abed | Apresiasi | 08 Agustus 2009, 11:06:14 | Dibaca: 2606 kali
Pewartaan Kabar Baik adalah tugas gereja. Dalam konteks Indonesia, dibutuhkan metodologi yang sesuai dengan budaya kita. Strategi apa yang diperlukan? Berikut petikan wawancara Manati I. Zega dengan Pdt. Chris Marantika, Th.D.,D.D (68).
Anda terkenal dengan visi 1:1:1. Bisakah dijelaskan latar belakangnya? Visi itu bermula dari satu kata kunci, ketaatan. Ketika dunia ini diciptakan, Tuhan memberi amanat pembangunan agar menjadi tempat yang baik untuk dihuni. Amanat tersebut berlaku bagi semua anggota masyarakat tanpa membedakan keyakinannya. Namun, sesudah dosa masuk melalui Adam dan Hawa, lalu, mulai dari Kejadian 3:15, terus berkembang dan Yesus datang serta mendirikan gereja-Nya.
Lantas ada Mandat ilahi pembaruan. Mandat pembaruan itulah yang dipercayakan kepada gereja. Gereja dibangun oleh Tuhan Yesus dan diinugurasi pada Hari Pentakosta. Kalau begitu, untuk member¬kati Indonesia sesuai dengan mandat itu diperlukan adanya satu jemaat di setiap desa dalam satu generasi. Itulah yang disebut one one one (1:1:1).
Anda pernah mengatakan bahwa gereja yang tidak mewartakan Kabar Baik tidak layak menyebut dirinya gereja. Mengapa berkata demikian? Karena Yesus sendiri mendirikan gereja. Mengapa harus mendirikan gereja? Karena ada satu amanat ilahi yang tidak dipenuhi Israel, yakni bangsa-bangsa. Mereka hanya mau berkat bagi diri sendiri sebagai biji mata Allah. Namun, bangsa-bangsa lain tidak diberkati. Lalu, didirikanlah gereja supaya bangsa-bangsa diberkati. Tujuan utama kehadiran gereja adalah mewartakan Kabar Baik, kasih karunia dalam Yesus Kristus. Kalau tidak mewartakan Kabar Baik buat apa eksis di dunia ini.
Dalam konteks Indonesia, apakah pewartaan Kabar Baik secara verbal itu masih relevan? Ya masih! Pewartaan Kabar Baik secara verbal tidak boleh digantikan dengan kegiatan sosial. Demikian juga yang verbal tidak berarti perbuatan baik/sosial dihapuskan. Menurut saya, seharusnya dua-duanya. Verbal oke, sosial juga ya.
Jika pewartaan Kabar Baik tidak dilakukan secara verbal. Bagaimana tanggapan Anda? Ya, itu termasuk kategori kaum liberal. Mereka tidak percaya firman Tuhan sebagaimana adanya. Kaum Injili percaya betul firman Tuhan apa adanya. Untuk memberitakan Kabar Baik kita harus tampil dengan meyakinkan. Saya namakan dalam paper-paper saya di forum-forum internasional dengan sebutan persuasive present (hadir dengan meyakinkan).
Apakah metode-metode yang kontekstual dalam pewartaan Kabar Baik di Indonesia? Sebenarnya begini: memberitakan Injil artinya mentransfer agama kita kepada orang lain. Ini tidak boleh. Tapi, tidak ada hukum yang melarang jika kita menjelaskan kalau mereka bertanya. Jadi, buatlah kesempatan untuk bertanya. Alkitab mengatakan, “Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat” (1 Ptr. 3:15).
Lemah lembut, tapi siap memberi jawab. Ini metodologi yang paling bagus. Ini legal. Namun, kalau datang langsung memberitakan Injil, jelas ini tidak legal.
Jika pewartaan Kabar Baik dilakukan lewat internet, bagaimana tanggapan Anda? Boleh saja. Namun, ingat bahwa gereja itu didesain oleh Tuhan. Sebenarnya, pemberitaan Kabar Baik itu personal relationship (hubungan pribadi, red). Boleh saja alat-alat modern digunakan, tapi alat modern tidak punya kuasa. Namun, saya mengingatkan agar kita jangan menggantungkan pewartaan Kabar Baik lewat internet. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interpersonal relationship
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)