Romo Vincentius Kirjito, PR: Penjaga Kearifan Lokal
By: Jaclyn Litaay | Inspirasi | 07 Agustus 2009, 13:47:15 | Dibaca: 2320 kali
Jika terpaksa minum air kemasan, ya sudah, teguklah. Tapi, kalau mau bikin perusahaan air minum kemasan, silakan cari tempat lain. Jangan coba-coba kesini!
Warga Dusun Sumber, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang memanggilnya Romo Kir. Sejak 2004, sudah 5 tahun Romo Kir merintis program live in “Edukasi Berbasis Alam dan Budaya Merapi”. Selama itu pula sudah 7000 orang yang datang belajar menghargai alam di desa yang terletak di sisi barat lereng Merapi ini.
AIR DAN KEARIFAN LOKAL Romo Vincentius Kirjito, PR (56) fasih tentang kearifan lokal. Muatan kearifan itu bicara soal air, seni, dan budaya tani masyarakat lereng Merapi. Bersama masyarakat setempat, Romo membentuk Gerakan Masyarakat Cinta Air (GMCA). Gerakan ini timbul dari kesadaran masyarakat sekitar Merapi akan pentingnya air sebagai sumber penghidupan. Air yang terpancar dari sumbernya di pegunungan sejatinya tidak boleh dikomersialisasikan; menjadi industri.
Menurutnya, jika dipaksakan, pasti akan merusak lingkungan dan menciptakan ketidakdilan. Ia juga tidak setuju dengan berbagai merek air kemasan yang beredar di masyarakat. Kalau pun dapat menjadi sumber mata pencaharian, hanya 1-2 orang warga yang diuntungkan. Tanpa merusak lingkungan, sebenarnya air dari laut atau sungai dapat diproses dengan teknologi, agar layak minum lagi. Tentunya tergantung kondisi air yang diolah. Dengan melestarikan kawasan sumber air dan sekitarnya, kita dapat menghirup udara bersih, tanah subur, dan lahan pertanian gembur.
Pantas saja banyak orang sering kesini. Keperawanannya masih terjaga. Tadinya Bahana mengutarakan maksud mengunjungi salah satu kawasan wisata yang terkenal dengan gardu pandangnya. “Ngapain kesana? Uangnya tak ada satu sen pun untuk masyarakat. Semuanya diambil Pemda”, ujar romo yang juga budayawan ini.
LIVE IN Dalam GMCA ada program live in yang banyak menarik minat masyarakat perkotaan. Program ini merupakan salah satu sumber pendapatan warga setempat yang kebanyakan menggantungkan hidup dari bertani.
Selama acara berlangsung, para peserta live in biasanya menginap di rumah-rumah penduduk. Dengan melihat dari dekat kehidupan masyarakat setempat, Romo berharap timbul kesadaran untuk makin menghargai alam sebagai anugerah Tuhan. Makin banyak yang sadar, makin langgeng peradaban hidup manusia yang senantiasa berkelanjutan.
Ketika Bahana menghampiri beliau di pastoranya di dusun Sumber, Romo Kir sedang berjalan ke luar gedung pastoran dengan mengantung kamera Nikon di lehernya. “Romo mau kemana?”, tanya Bahana. “Mau motret Merapi dulu. Ini lagi merah...”.
Wajah Merapi seperti bayi yang baru habis mandi. Sinar matahari sore membedakinya hingga cerah, bersinar, dan bersemu merah. Kalau bukan karena tangan Romo Kir dan masyarakat sekitar Merapi, kawasan ini sudah habis disikat kaum kapitalis.
Bahana sempat mencicipi live in singkat dengan menjelajahi hutan, lahan pertanian, sungai, dan bendungan. “Jangan resisten dengan air. Rasakan aliran air yang sejuk ini. Tidak usah lepas sepatu. Biar saja celana dan sepatunya basah. gak usah malu”, katanya. Air yang keluar dari pipa bambu yang tertancap pada sumber mata air pegunungan di hutan kecil di desa Tutup Ngisor (timur Desa Sumber), sangat sejuk dan melegakan tenggorokan. Benar-benar fresh!.. Lebih segar dari air minum kemasan.
SELARAS DENGAN ALAM Sikap bersahabat dengan alam itu bukan sekadar jargon baginya. Mobil yang biasa dipakai Romo Kir untuk pelayanan, mengunjungi jemaat, atau pun ibadah, tidak resisten dengan kotornya alam. Masih ada bekas-bekas becek yang tampak baru yang melekat pada lantai dalam mobil. Kalau mau berkawan dengan alam, tak perlu takut kotor.
Keselarasan dengan alam itu perlu dibagikan seluas-luasnya pada masyarakat supaya kearifan lokal yang sudah ada seyogyanya dihidupi dan dihayati sebagai iman yang terefleksi dalam budaya pertanian, seni maupun religiositas.
By: Robert Krisbiantoro | 29 November 2009 | 17:37:15
Salam damai Kristus, Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Romo dan team yang telah menerima kami dengan penuh sukacita. Kesan-kesan yang saya dapatkan dalam kegiatan Misa Alam yang diadakan kemarin tgl 28 november sungguh luar biasa. Saya baru menyadari bahwa alam kita Indonesia sungguh luar biasa...Terutama yang ada di Desa Sumber. Memang jika saya renungkan Tuhan sudah menyediakan segalanya bagi kita umatnya. Cuma terkadang kita yang tidak dapat untuk memanfaatkannya dengan baik dan benar. Terkadang kita hanya mengeksploitasi sumber daya alam hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan tanpa memikirkan kondisi alam itu sendiri, sehingga terkadang kita merusak alam itu sendiri... Akhirnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas pengalaman yang saya terima walaupun hanya 1 hari. Semoga saya bisa lebih peduli dengan alam sekitar saya...
Robert krisbiantoro ( PT. Libratama )
By: Riatmoko | 30 November 2009 | 21:12:46
romo misa mingguan dikapel st yusup sumber hari apa dan jam berapa? Trimakasih. Moko Sleman.
By: monica retno wahyuningsih | 28 September 2010 | 08:51:40
saya belum pernah ikut misa alam yg diadakan Romo...kapan ada lagi?????
By: Robertus Suparjo | 26 Oktober 2010 | 21:39:27
Salam Kasih KRistus, Ikut prihatin kepada saudara-saudariku yang tertimpa musibah merapi. Beberapa waktu kami membawa anak-anak Ricci ke Gubug Selo Merapi, kami memperoleh pengalaman tak terlupakan. Pengalaman yang paling berkesan adalah Misa alam dengan renungan di Makam. Di tempat itu dan saat itulah kami diajak benar-benar menyadari makna hidup dan pentingnya memperjuangkan serta memaknai kehidupan. Hari ini kami dapat kabar Merapi sedang tidak berdamai. Semoga saudara-saudariku di sini tetap teguh dalam iman dan semoga Tuhan memberi yang terbaik untuk semua. Seemoga Tuhan memberkati..
By: antonius aditya m | 28 Januari 2011 | 02:23:52
Atas nama keluarga besar civitas akademika Unika Soegijapranata semarang kami mengucapkan banyak terima kasih atas pengalaman yang sangat berharga yang telah romo berikan kepada kami saat romo beserta staff membantu dan mengarahkan bantuan serta tenaga kami yang tak seberapa ke kawasan bencana merapi daerah muntilan terutama wilayah dusun Dadapan, Tangkil, Semen Munthuk. Kami mohon maaf sebesar-besarnya ketika kami bertugas kinerja kami kurang maksimal dan penuh keterbatasan..
walaupun hanya beberapa hari, pengalaman yang kami dapatkan akan sangat berharga sekali untuk pembelajaran kami dalam berkehidupan.
Akhirnya sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak.
Antonius Aditya M ( Universitas Katholik Soegijapranata Semarang)
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)