By: Toni | Misi Gereja | 04 Agustus 2009, 09:30:11 | Dibaca: 1170 kali
Kisah Feby, Guru TK di Desa Transmigran Lampung
Juli 2002, Feby (29) tiba di TK Kapernaum di desa transmigran di Lampung Utara. “Waktu itu di belakang TK adalah hutan yang sangat lebat,” kenang Feby. Di tempat itulah ia tinggal. Di sebuah kamar berdinding papan bercelah yang tembus pandang, berlantai tanah, tidur tanpa kasur, dan tidak ada listrik di desa ini.
Saat musim kemarau tiba, ia harus berjalan puluhan kilo menuju sumber air. Lalu pulang dengan memikul ember penuh air. Setiap hari selama enam bulan, ia harus melakukan itu. “Kadang saya terpaksa mengalah tidak mandi karena air lebih diperlukan untuk minum,” kisah Feby dengan lirih.
Semangat dari Bangunan Usang Awal kedatangannya, murid TK hanya 15 orang. Feby pun bergerilya mendatangi penduduk di rumah, sawah maupun ladang untuk berkisah tentang manfaat sekolah. Hasilnya, pada tahun ajaran berikutnya jumlah murid melonjak dua kali lipat, menjadi 31 orang. Lima tahun berlalu, jumlah murid makin banyak. Namun bangunan TK yang berdiri sejak tahun 1994 itu tampak sangat usang. Cat terkelupas di sana-sini, meja, kursi, alat permainan dan peraga sudah compang-camping. “Situasinya sangat tidak kondusif untuk belajar,” pikir Feby.
Feby segera bergerak. Ia membeli cat dan memperbaiki alat-alat yang rusak. Bermodal uang bayaran sekolah senilai Rp. 3.500, 00 per bulan. “Aku melukis taman bunga dan binatang di dinding TK, tapi sebagian bunganya belum berwarna karena kehabisan cat,” ungkap Feby tersipu.
Kini Feby yang meraih gelar diplomanya pada tahun 2003 tak berjuang sendiri. Bersama Desis dan Rita, para pahlawan pendidikan ini rajin keliling mengunjungi orangtua murid dari rumah ke rumah setiap bulan. Bahkan jika ada murid yang sakit, seluruh kelas datang menengok untuk berdoa bersama mohon kesembuhan. “Bahkan anak-anak juga berdoa bagi desa mereka, bangsa Indonesia, dan para pemimpin negara,” ceritanya bangga.
Rasa Ikut Memiliki Dampak positif yang ditebarkan oleh TK Kapernaum, menyentuh hati penduduk yang juga orangtua murid. Mereka membangun jamban dan dapur yang melekat dengan ruang tinggal para guru. Sebelumnya, tempat itu berjarak 20 m dari ruang utama. Satu hal sederhana tapi sarat makna; kepedulian, rasa turut memiliki, ungkapan kasih dan terima kasih, dan mungkin juga berarti balas menanam sebuah budi baik.
Bagai pohon yang ditanam tepi aliran air, TK membawa dampak positif bagi kehidupan generasi penerus di Desa Ringin itu. Banyak anak diubahkan, dibentuk karakternya, dan banyak orang diberkati melalui anak-anak tersebut.
Akhir yang Menyentuh Kini, tujuh tahun telah berlalu sejak kedatangan Feby di desa itu. Bangunan TK yang telah 15 tahun berdiri itu makin tua. Namun Feby tetap setia tinggal di kamar berjendela kawat yang gordennya suka dilambai-lambaikan angin, serta langit-langit kamar yang tak segan-segan menumpahkan hujan ke atas tempat mereka tidur. Bangunan mulai doyong, miring ke kiri, kayu-kayu penyangga bangunan pun telah lapuk, dan uang sekolah anak-anak TK sudah tidak cukup lagi untuk merenovasi taman indah mereka itu. Feby tak seorang diri. Rekan guru lain di beberapa tempat di sekitar lain mengalami hal sama. Kita patut acung jempol bagi kegigihan Feby, Rita, dan Desis, serta rekan-rekan lainnya yang telah terus bertahan demi membangun generasi di pelosok. Feby dan rekannya telah memainkan perannya dengan baik dan memukau. Kondisi ini tentunya menyisakan sebuah pertanyaan “Apakah kita sudah memainkan peran kita?” Mari berdoa kiranya Tuhan memberkati pelayanan yang semakin besar ini. Amin.
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)