Laura Lazarus: Kecelakaan Pesawat itu Membuatku Lebih Mengenal Tuhan
By: Niken Maria Simarmata | Kesaksian | 01 Agustus 2009, 08:45:03 | Dibaca: 5496 kali
Tubuh Laura Lazarus (24) pernah dikumpulkan bersama jenazah. Korban musibah pesawat Lion Air di bandara Adi Sumarmo, Solo 30 November 2004. Rintihannya sayup-sayup terdengar. Mengagetkan petugas yang merapikan korban tewas.
Laura kecil hidup dalam keluarga sangat sederhana. Ayahnya tertimpa masalah pekerjaan. Rumah pun dijual untuk menutup hutang. Peristiwa pahit itu menimbulkan rentetan panjang masalah keluarga. Setelah menumpang di rumah Oma, mereka mendirikan rumah di atas bekas kuburan anjing, 2x40 m. Pindah dari kontrakan satu ke kontrakan yang lain di lingkungan kumuh di Jakarta Barat.
Masalah ekonomi kerap memicu pertengkaran orangtuanya. Laura dan Dewi, adiknya menjadi sasaran kemarahan mereka. “Bisa bayangkan, kami berempat pernah tinggal di rumah papan ukuran 3x4m. Karena sempit, kaki atau kepala kami melewati pintu rumah yang dibuka. Semua orang yang lewat lihat kami…” kata Laura yang saat wawancara didampingi Dewi, adiknya di sebuah mal di daerah Kelapa Gading, Jakarta.
Makan adalah persoalan hampir setiap hari. Satu kali saat makan tiba, hanya ada seribu rupiah. Ibunya menyuruh Dewi membeli terong. “Mama membuat sambal, kami makan dengan sangat lahap. Enaknya masih kebayang…,” ujar Dewi terkekeh.
Syukur, Ibunya seorang pekerja keras. Selalu berjuang agar mereka bisa makan dan kedua anaknya tetap bersekolah. Sebelum berangkat ke sekolah, Laura kerap membantu, menyunggi tampah atau penampi berisi donat buatan ibunya, membawanya ke warung.
Urusan sekolah menjadi persoalan tersendiri bagi Laura dan Dewi. Mereka sering menahan malu di hadapan teman-teman sekolahnya. Ditegur atau dipanggil guru karena menunggak uang sekolah atau belum melunasi kewajiban lain. Satu kali, karena tidak punya sepatu hitam, Dewi mewarnai sepatu putihnya dengan spidol hitam. Dewi pakai sepatu kreasinya ke sekolah. Namun tak disangka hujan turun, sepatu basah, spidol itu luntur.
Di tengah-tengah kesulitan, datang pertolongan. Om Andre membantu biaya sekolah dan Om Hilton, menebus ijazah. Keduanya adalah adik ayahnya yang kerap membantu Laura dan Dewi. “Bahkan Om Hilton menawari membiayai kuliah. Namun tekadku waktu itu, setelah lulus, aku bekerja,” kenang kelahiran Jakarta 25 Maret 1985, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Jhon Lim dan Fanny.
Impian Masa Kecil Cita-cita Laura tak pernah berubah. Saat ia masih kanak, wajah, penampilan dan gaya pramugari melekat erat dalam pikirannya. Terpatri di hati kecilnya yang paling dalam. Ia senyum-senyum sendiri tatkala membayangkan berseragam rapi, menenteng koper, berjalan anggun…Oh…cantiknya! Rasa bangga berjingkat-jingkat di hati yang kerap terluka dengan keruwetan persoalan orangtua. Pramugari yang pernah ia dengar, banyak uang, pintar dan bisa keliling dunia. Ahai…keliling dunia….keliling dunia. Wow!
Tak dapat ditunda. Inilah saatnya, pikir Laura. Tapi bagaimana caranya? Titik terang datang juga…. “Anak ibu datang saja bawa lamaran ke perusahaan penerbangan itu,” kata salah seorang pelanggan kue bikinan Fanny. Hati Laura benar-benar berdebar. Badan ditimbang dan diukur tingginya. Para pelamar berjajar menghadap para penyeleksi. “Kami sarankan datang kembali dua tahun lagi…,” kata penerima CV Laura. Yah..usianya belum memenuhi syarat. Ia belum cukup umur, baru 16 tahun. Mama yang mendampinginya memberi penghiburan, “ Jangan sedih…dua tahun kembali.” Laura terhibur…, pramugari! Beberapa bulan kemudian, Laura mencoba di perusahaan penerbangan yang berbeda. Hasilnya sama, ditolak karena umur.
Tak mau menganggur, Laura melamar pekerjaan dan diterima menjadi staf administrasi bagian gudang. Pekerjaan yang membosankan bagi Laura. Penantian yang panjang menjadi pramugari.
Menjadi Pramugari Juli 2003. Ditemani ibunya, Laura kembali melamar menjadi pramugari. Kali ini Laura tersandung kelebihan berat badan. Oh, baginya tak masalah. Ia akan berjuang menurunkannya. Pasti bisa! Beberapa bulan kemudian, ia kembali datang ke perusahaan penerbangan swasta yang sama, Lion Air. Interview dilakukan beberapa tahap. Laura diminta mengikuti training! Wah…senangnya bukan main.
Training yang cukup berat dilakukan selama tiga bulan. Mengenal semua jenis pesawat, cara menggunakan semua peralatan dalam kabin, prosedur keselamatan penumpang menjadi porsi utama sampai cara menghadapi itikad penumpang yang tidak baik. Mengevakuasi penumpang kalau terjadi kecelakaan. Pokoknya harus terlebih dulu menyelamatkan penumpang daripada diri sendiri. Instruktur menjelaskan sederetan sanksi yang akan menjerat bila melakukan pelanggaran.
Semua terbayang dengan jelas pertama kali menyeret koper keluar dari gang sempit rumahnya. Dan terbang. Menerima gaji dan berbagai tunjangan dari hasil pekerjaannya. Makan dan tidur di hotel berbintang sesampai di kota dan negara tujuan. Gaya hidup Laura berubah. Ia bisa membeli baju merk branded dan sepatu tiga pasang sekaligus. “Sering sekali barang yang dibeli tak terpakai…hanya ditumpuk di rumah. Karena yang dibeli keinginan bukan kebutuhan,” sesal Laura.
Kecelakaan Itu 30 November 2004 Laura mendapat tugas rute Jakarta-Solo. Sudah beberapa hari sebelumnya perasaannya tak nyaman. Sampai di bandara, bergegas menuju flops, melihat nama crew yang bertugas hari itu. Hati Laura senang, Dessy, dijadwalkan pada penerbangan yang sama. Namun hari itu sikap Dessy tak biasa. Sahabat yang bawel ini terlihat pendiam. Laura tak ingin mengusik teman seperjuangan dalam musibah di Palembang. Pesawat mendarat melewati batas landasan pacu. Pesawat berhenti sejauh 50 meter dari bentangan kabel tegangan tinggi setelah roda ambles sedalam 50 cm ke dalam tanah. Seluruh crew bekerja keras. Mengevakuasi mereka sesuai prosedur. Syukurlah, tak ada korban meninggal dalam peristiwa itu.
Penerbangan sore, Lion JT 538 mengudara. Cuaca sangat buruk. Guncangan dan hentakan berulangkali. Perasaan Laura makin tak enak. Awak kabin memberi pengumuman agar para penumpang tetap menggunakan sabuk pengaman. “Para penumpang yang terhormat, kita sedang terbang dalam cuaca kurang baik….” disusul suara Captain. “Prepare for arrival”. Hitungan menit pesawat akan segera mendarat di bandara Adi Sumarmo 18.14 WIB. Sungguh langit Solo kelam.
Detik mengejar detik berikutnya. Dan peristiwa mengerikan itu terjadi. Badan pesawat terhempas. Menimbulkan suara yang keras. Awak dan penumpang histeris. Jeritan pilu, erangan, rintihan kesakitan beradu dari segala arah. Tubuh Laura dihantam dan tertindih berbagai benda keras. Bau anyir pekat mengumpul di hidungnya. Kepala Laura terasa sangat berat.
Tubuh “Rusak” Berat Tak lama kemudian dengan cepat orang bisa melihat peristiwa mengenaskan. Karena ada penumpang seorang reporter dan kameraman televisi swasta, korban selamat yang merekam peritiwa itu.
Menurut investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi pesawat mengalami hydroplaning. Hilangnya efektivitas pengereman saat mendarat. Akibat¬nya pesawat melaju hingga menabrak landasan pacu. Sebagian badan pesawat nyungsep di kuburan yang tak jauh dari bandara. Korban tewas 34 orang!
“Ini ada kenang-kenangannya,” ungkap Laura yang kini mengelola usaha restoran Cobek Babe di daerah Kelapa Gading ini. Laura menunjukkan pipi sebelah kanan bekas jahitan dan kaki yang bergumpal-gumpal bekas 17 kali operasi. Daging paha Laura dicangkokkan ke betis kanan yang hilang. Pinggangnya patah. Daging pipi kanan tercabik dan tulangnya remuk. Dalam peristiwa itu Laura banyak kehilangan teman kerjanya, termasuk Dessy.
Mengalami Pemulihan Laura sangat bersyukur masih diberi hidup. Pastilah ada rencana Tuhan baginya. Kesempatan kehidupan yang tak boleh sedikit pun ia sia-siakan. Beberapa media cetak dan elektronik menulis dan menayangkan kesaksiannya. Ia juga menulis kisahnya dalam buku Unbroken Wings.
Lewat peristiwa itu, Laura mengenal Tuhan secara pribadi, keluarga dipulihkan. Dan tak lama lagi ia bersaksi lewat lagu yang akan ia nyanyikan. Terbanglah Laura. Terbang dengan sayap yang tak akan pernah patah.
By: Milka Manguma | 23 Agustus 2009 | 20:08:00 Semoga makin kuat dalam Tuhan. Percayalah selalu akan rancanganNya dalam hidup kita selama di dunia. Kita tunggu albumnya ya. GBU
By: Donny Miracle | 02 September 2009 | 15:00:56 segala sesuatu pasti ada hikmahnya baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. terima kasih atas kesaksiannya. Tuhan Yesus memberkati.
By: Unggul prasetyo nugroho | 10 September 2009 | 19:39:21
saya pelajar, yang munkin kebanyakan remaja seperti saya banyak menyianyiakan waktu dan meremehkan segala apa-apa yang bisa terjadi di kehidupan ini. saya pribadi, kagum dengan semangat yang kaka miliki. dan apa yang kaka alami sangat bermanfaat untuk saya cerminkan dalam diri saya, membuat saya lebih bersyukur atas apa yang telah saya miliki saat ini. saya berharap dapat belajar banyak lagi dari kaka.
By: Yeri Fedrik | 18 September 2009 | 18:21:53
Saya berada di Papua, tepatnya Kabupaten Biak.
Saya pernah menonton Laura di acara Kick Andi. saya sangat di berkati dengan kesaksian Laura. Puji Tuhan karena Tuhan berperkara dengan sangat dasyat. Saya juga hidup dlm keluarga yang kurang harmonis, tapi saya percaya bahwa, ada rencana Tuhan dalam hidup setiap orang dan ia memakai berbagai cara untuk mamanggil anak2xNya, apa lagi setelah saya menonton kesaksian Laura. Semoga Tuhan senantiasa memakai Laura untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
Yeri di Papua.
By: Sutrisno P. | 02 Oktober 2009 | 12:25:10
Tuhan luar biasa sayang pada anda, Laura.. Mujizat besar menurut saya.. Tak percuma anda memiliki nama Lazarus.. Puji Tuhan. Teruslah berkarya bagiNya..
By: Pudjo | 22 November 2009 | 20:20:17
Setelah anda bersaksi d Gereja kristus Cibinong tgl 21 Nopember 2009 saya baru tau kalau andalah korban selamat yg nyaris meninggal, sungguh Tuhan itu baik menjadi andalan dalam segala hal. Tuhan memberkati anda teruslah bersaksi....
By: HENDRI POO | 15 Januari 2010 | 23:35:24
Sejak kemunculan anda di acara KICK ANDY. Saya sungguh terharu dan sangat terkesan dengan kisah hidup anda. TUHAN BENAR2 MAHA KUASA...
By: neta natalia | 25 Januari 2010 | 12:31:50
pengeeen bisa jadi pramugariii ??? ada yang bisa bantuuuu ???
pliiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssssss
By: Soeryono | 15 Februari 2010 | 19:57:00
Sungguh kesaksian yang luar biasa dari seorang anak TUHAN dan Kisah Laura menjadi bukti dari BESARNYA KASIH TUHAN YESUS DAN DAHSYAT.
By: jennifer | 17 Maret 2010 | 08:50:13
cerita yg sgt mengagumkan hidup disaat spri itu adlh cobaan yg bgtu brat ttp tuhan punya rencana yg inadh bwt kt g selal brsyukur krena buku cc itulah saya mendpt bk pelajarn berharga yg patut sy pratekan dlm kehidupan sehari hari
thank'z
By: andy purnama | 21 Maret 2010 | 09:42:11
Saya berdoa semoga banyak jiwa2 yg diselamatkan dengan ksaksian kuasa Tuhan Yg luar biasa dalam hidup Laura, maju trus dalam pelayanan anda, Gbu...
By: rere | 24 Maret 2010 | 15:34:23
Cara Tuhan itu mmg slalu unik,slah 1-a saat Dia mmbkakan mta hati lala.. saya mkin mrasa bgga kpd DIA,krn mmperlkukan manusia itu smua-a sama. thx bwt ksaksian-a kak,smoga smakin dpkai Tuhan lbih hran dan dhsyat. JBU
By: elli novrie | 19 April 2010 | 20:09:11
meskipun bayak cobaan yang datang melanda hidup kita namun ingat janji TUHAN DIA tak pernah meninggalkan umatNYA sendiri mengatasinya...........GBU ALWAYS
By: livia | 20 Mei 2010 | 20:44:23
berapa no hp cici?
bukunya bagus sekali
dibalik kesusahan pasti ada jalan yg terbaik di beriakan oleh TUHAN
THNAKS LORD THANKS ci cici menyadari aku karena aku sering melawan mamah cici menyadari aku lewat kesaksian cici di GBI-PRJ WOI dan buku yg cici buat ini cici laura yg msk kick andy kan?
Aku minta no hp nya dunk
AKU LIVIA
By: erin | 07 Juli 2010 | 14:03:52
thankz tuk k2,,,, Aq jd sdar bhwa ibu itu ksihx spnjang jln Jg Jesus yg g prnh tgglin qta Gbu
By: sherlye siahaan | 16 Oktober 2010 | 18:18:10
kak crta k2 sgt baik bt sy,trlbh sy mmg punya mmpi yg sm sprti k2...kak kalau blh sy mw kenal k2 lbh deket lgi....thx kakak!!!!!
By: RIKAH | 29 Desember 2010 | 09:41:54
Saya sangat kagum dgn laura ...
ttp smgt laura
By: caroline | 09 Februari 2011 | 19:37:10
sangat tersentuh membaca kesaksian ini... kalo boleh tau judul buku kesaksiannya apa ya?? thank's.. GBU
By: mona | 20 Februari 2011 | 18:30:33
kak laura thanks buat kesaksianya kmren di MS WOMEN,aku diberkati sekali,dari kejadian yg kaka alami,mengingatkan aku,yg selama ini kurang mencintai hidupku dan tidak menghargai anugrah Tuhan,tq kak,semoga kakak semakin diberkati dan menjadi dampak buat orang lain,GBU8
By: ramly | 17 Maret 2011 | 14:53:24
secses trus ayo maju laura.....
By: ramly | 07 Mei 2011 | 12:37:52
tuhan punya rencana..dlm setiap manusia...selagi anda mau percaya..
By: albert | 23 September 2011 | 21:39:41
kesaksian ka laura lazarus sungguh mengharukan n menginspirasi,hr ini dia kesaksian d ibdh persekutuan kampus aq,d dlm Tuhan nothing is impossible GBU ka
By: julia | 26 September 2011 | 15:46:59
thanks Laura untuk kesaksian yang menguatkan.
Tuhan punya rencana dan rencanaNya indah.
Dia merenda setiap lekuk hidup kita dan menjadikannya sebuah taplak kehidupan yang indah.
By: Jabendeus Banjarnahor | 20 Oktober 2011 | 16:03:29
Kesaksian yang luar biasa, kiranya melalui kesaksian ini dapat menghibur orang-orang yang putus harapan....ternyata di dalam-Nya masih ada hari esok...God bless always
By: Ayesha Nadhea | 08 November 2011 | 13:57:30
wowowowowowow aku udah baca unboreken wings.. TOP !
By: oktin firdaus | 19 Desember 2011 | 11:49:12
sya sangat d berkati melalui kesaksian laura.. Melalui kesaksian tersebut,, qta hrus sdar bahwa hidup qta sgt berharga.. Jd qta hrus memanfaatkn wktu yg d brikan Tuhan kpd qta,, krn ini adlh hri2 terakhir.. Tetap semangat laura.. Gbu
By: kezia | 31 Januari 2012 | 15:32:54
ceritanya membangun, menjadi dewasa... boleh dong minta no.cici?
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)