07 September 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Apresiasi Kasih di Tanah Air BetaBy: Luciana Secitra Pawulan | Kategori: Apresiasi | 14 Agustus 2010, 09:48:40 “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa….” Lagu yang sudah lama sekali tidak terdengar di tengah maraknya lagu pop. Kenapa harus memilih lagu itu? Kenapa bukan lagu yang lain?
Ending cerita pun ditutup dengan sentuhan lagu tersebut. Mungkin karena film ini memang ditujukan untuk keluarga. Penggambaran saat itu adalah orang tua tunggal, ibu seorang. Selain pemilihan musik dan lagu yang sarat dengan emosi, pemilihan pengambilan gambar juga sangat menarik. Seperti keindahan tanah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang selama ini mungkin tidak pernah kita perhatikan, poster Bunda Maria dan simbol-simbol kristiani, baik dalam iring-iringan pengungsian, maupun di rumah pemeran utama Tantiana ... SelengkapnyaALTO-SOPRAN SUARA ITUBy: Daniel Grollus | Kategori: Apresiasi | 30 Juni 2010, 11:45:25 Diakui, karakter suaranya berada di antara alto-sopran. Wajar, jika untuk mengetahui dengan jelas perkembangan suaranya, ia mesti melatih vokalnya dengan beberapa guru berbeda dalam jangka waktu tertentu.
Meskipun sudah mulai menyanyi-nyanyi sejak umur 5 tahun, tapi Olga Victoria mengasah kemampuan vokalnya di Purwacaraka sampai lima tahun. Sang guru vokal selalu memberikan saran dan ajaran lagu ketika olga diikutsertakan dalam lomba menyanyi.
Mereka suka dengan karakter suaranya. Mereka melihat belum ada penyayi cilik yang mau serius setelah era Nikita. Mereka melihat potensinya. Mereka menyiapkan lagu remaja dan dewasa yang bisa diterima oleh semua usai. Mereka menggandeng Jontahan prawira dan Timotius. Mereka berdua menyeleksi ... SelengkapnyaKala Bayang-Bayang TibaBy: Abednego Afriadi | Kategori: Apresiasi | 27 Mei 2010, 16:09:29 Kesenian memang sarat makna. Tak terkecuali seni wayang. Namun, tak semua masyarakat sanggup menerima bahasa-bahasa tutur dalam pewayangan. Wayang Sandosa mencoba menggiring masyarakat awam wayang dapat memahami esensi kisah yang disajikan. Seperti kisah-kisah alkitabiah dalam Wayang Sabda yang juga aktif digelarnya.
Sekitar tahun 1982, saat masih kuliah, Yohanes Sujani Sabdolaksono berpikir mementaskan wayang dengan bahasa Indonesia. “Saya ingin dialog pewayangan itu didaratkan supaya bisa diterima masyarakat yang awam akan bahasa pewayangan maupun bahasa Jawa,” kisahnya. Namun, seiring dengan perkembangannya dalang kelahiran Lamongan, 19 Agustus 1945 ini mengalami banyak kendala. “Tidak semua bahasa Jawa bisa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pasti akan ... SelengkapnyaPESAN ILAHI DALAM BINGKAIBy: Abednego Afriadi | Kategori: Apresiasi | 26 April 2010, 15:33:52 Banyak perupa bilang lukisannya cenderung dekoratif, dekoratif-ekspresionis, dengan aksesori etnik. Jangan heran jika di gallery lukisannya, Anda menemukan lukisan Yesus memakai blangkon, murid-murid membawa palawija. Perjamuan terakhir dengan ketela dan air kendi.
Sejak menemukan jatidiri lukisannya, Irawan Hadi (45) mulai menuangkan tema-tema Alkitabiah. Ia terpanggil setelah bangkit dari masa suram. “Ketika saya menghisap ganja tiba-tiba ada suara Tuhan, yang meminta saya supaya melayani dengan talenta yang Tuhan berikan. Lalu saya belajar musik, pelayanan sana-sini hingga akhirnya saya memilih senirupa untuk memuliakan nama Tuhan.”
Irawan, demikian ia akrab dipanggil berharap lukisan tersebut mudah dicerna oleh orang yang membeli lukisannya. Banyak simbol yang tertoreh. ... SelengkapnyaJIKA KEINDAHAN TANPA PANGGUNGBy: Abednego Afriadi | Kategori: Apresiasi | 27 Maret 2010, 08:34:56 Panggung seni tak harus eksklusif. Ruang publik, dan lingkungan pun bisa jadi tempat interaksi antara seni dengan masyarakat. Jemek Supardi pun kerap kali demikian. Bahkan di tempat yang tak sewajarnya untuk pentas. Pesan apa yang disampaikan tokoh pantomim Indonesia ini? Mari kita simak!
Separo rambutnya gundul. Putih warna make-up menutup lingkaran mukanya tanpa gradasi. Hanya menyisakan bagian mulut, dan mata. Celana kodok, kaos dalam motif lorek pun dikenakannya, seiring dengan gerakan-gerakan imajiner yang atraktif, estetis, bahkan terkadang memancing penonton untuk tertawa terpingkal-pingkal.
Setiap cerita, setiap tema dikembangkan melalui gerak tubuh dan ekspresi wajah. Adalah Jemek Supardi ketika menyajikan pantomim. Ekspresi wajah, dan ... SelengkapnyaPERGUMULAN YANGTERSISA - Mencari Warna Derita yang TercipratBy: Abednego Afriadi | Kategori: Apresiasi | 23 Februari 2010, 15:43:48 Penderitaan dapat pula direspons melalui proses penciptaan karya. Pendekatan estetika pun bisa dilakukannya di mana saja, ketika tanpa sengaja melihat lumut tembok, serta lantai kamar mandi yang penuh bercak-bercak yang tidak merata. Kemudian terbayang noktah, dan wujud estetis lainnya di sudut-sudut kamar mandi.
Setelah mengeksplorasi sejumlah idenya ke dalam lukisan, pada puncaknya pria single ini pun menyimpulkan sebuah penderitaan yang meninggalkan bekas-bekas yang setiap saat muncul lagi dalam kehidupan. Maka terciptalah lukisan berjudul Sisa-sisa Pergumulan. ”Bagiku yang terpenting adalah memaknai penderitaan-penderitaan tersebut,” tutur Daniel Kerry Anugrah di antara lukisannya yang dipajang mengelilingi ruang tamu seluas sekitar 10 x 6 meter tersebut.
Khusus ... SelengkapnyaSepotong Pesan dalam BotolBy: Dianovita Fao | Kategori: Apresiasi | 19 Januari 2010, 13:21:39 Pesan biasanya menghujan lewat sepucuk surat, kartu, parcel, sms, telepon, email, facebook, ketika tahun berganti, ketika lonceng Natal berdentang. Pesan terkadang datang ketika Desember-Januari merajam bumi dengan butiran-butiran airnya. Yah, pesan dari dalam botol.
Seperti botol, hati manusia mudah rapuh, demikian Gembala Gereja Kristus Yesus (GKY), Kemayoran Baru, Jakarta Selatan, Yohanes Only Son menerangkannya kepada Bahana. “Botol itu, bening dan rapuh, seperti hati manusia yang bisa hancur,” kata seksi dekorasi panitia Natal GKY, Evi Moeljo yang memiliki ide membuat pohon Natal dari susunan botol-botol.
Botol juga bisa menjadi instrumen yang menyuarakan melodi-melodi nan indah jika dipukul dengan alat secara pas. ”Tapi jika ... SelengkapnyaLawan Kehancuran dengan Musik dan TarianBy: Abednego | Kategori: Apresiasi | 26 Desember 2009, 00:00:00 Indonesia Unggul Indonesia Bebas Korupsi Indonesia Bebas Narkoba Indonesia Hebat
Begitulah seruan para prajurit yang mengawali arak-arakan. Tamborin pun berketeplak. Bunyi drum bertalu, menderu, menghentak. Kain warna-warni berputar-putar, berseliweran, melambai-lambai disapu oleh angin dan gemulai tangan para bidadari. Musik marching band menyusul, kupu-kupu raksasa, pasukan tombak, fashion pakaian tradisional, berarak bersama memenuhi sepanjang jalan Malioboro yang dijejali warga dan para simpatisan.
Arak-arakan ribuan penari tersebut bukanlah untuk berperang, melainkan mengekspresikan perlawanannya terhadap penyebab kehancuran sebuah generasi. Digelar Rabu (28/10), kirab tersebut diikuti ribuan penari dari berbagai perwakilan. Event yang diselenggarakan Yayasan Pelita Bangsa, KPAD Yogyakarta, Dikpora DIY, Remagraph, YABA, GKKD Seturan, dan ... SelengkapnyaAlunan Sasando dari Pulau RoteBy: Gro | Kategori: Apresiasi | 08 Oktober 2009, 10:37:56 Berselimut daun lontar yang sudah dikeringkan, tampak sebatang bambu dengan senar melingkari permukaannya. Dengan 35 senar, Jacko H.A. Bullan (37) sangat mahir memainkan alat musik sasando yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Sepintas alunan nada yang keluar menyerupai harpa, tapi setelah dicermati, nada yang dihasilkan lebih mendekati gitar yang lengkap dengan nada rhythm, bass, dan melodi. Jack bisa dibilang sebagai salah satu pelestari jenis kesenian petik ini. Sejak kelas 3 SD ia memelajari sasando. Bahkan sekarang ia turut menjaga agar alat musik ini tetap ada dengan memproduksi, dan mengajarkan cara memainkannya. Ia mengakui bahwa tidak mudah untuk memelajari cara ... SelengkapnyaLHO Mbah-mbah, kok begini to jadinya?By: Abd | Kategori: Apresiasi | 11 September 2009, 09:23:04 Pasien-pasien itu pun tak sabar menunggu untuk diobati. Tapi sebelum semuanya diatasi, tiba-tiba banjir datang..... Pohon-pohon talok, bambu, dan semak-semak belukar dibiarkannya tumbuh tanpa sedikit pun dipotong, atau ditebang, kecuali beberapa batang pohon bambu china. Semua mengalir begitu saja. Sepeda motor masuk, sepeda ontel masuk, dukun gadungan bertingkah layaknya orang bijak, para pria mengeluhkan penyakit jorok, pasangan homo seksual dihajar bapaknya, dan seorang pemuda stres histeris, sehingga membuat warga ikut lari terpontang-panting menghindari banjir. Padahal waktu itu sedang musim kemarau. Tidak ada hujan, tidak ada petir. “Ping pong” percakapan bersahutan. Kadang cepat kadang lambat. Namun, jeda sesekali memunculkan titik jenuh. Kilasan cerita di ... SelengkapnyaTop Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||