06 Februari 2012, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Inspirasi Maria Selena - Si Tomboi yang Menjadi PutriBy: Ret | Kategori: Inspirasi | 14 Januari 2012, 13:02:51 Walau dulu penampilannya begitu tomboi, Maria Selena sempat berpikir untuk mengikuti kontes kecantikan. Sayang, karena tidak percaya diri dengan penampilannya yang jauh dari feminin, keinginan itu pun terpaksa lama dikuburnya. Sebelum mengikuti kontes kecantikan Puteri Indonesia 2011, Selena-demikian sapaannya, mencoba mengikuti Pemilihan Abang None (Abnon) Jakarta Pusat 2010. “Sebetulnya temanku cari pasangan untuk ikutan Abnon. Ya sudah deh, aku temani dia. Eh, malah kecemplung,” ucapnya tersenyum. Di kontes tersebut, Selena si gadis tomboi rupanya hanya berhasil meraih predikat Favorit. Otomatis, langkahnya untuk menyabet gelar Abang None DKI Jakarta 2010 terhenti sampai di situ. Tidak disangka, selepas mengikuti Pemilihan Abang None ... SelengkapnyaMinistry Music Center - Melayani Jual Beli Alat MusikBy: Grollus Daniel Sitanggang | Kategori: Inspirasi | 31 Desember 2011, 09:39:40 Mempertahankan eksesitensi suatu usaha, lebih sulit dibandingkan ketika merintisnya sendiri. Dengan keyakinan dan kegigihan, pasti ada jalan keluar. Peran serta Tuhan menjadi sangat vital untuk mendukung usaha di tengah persaingan bisnis yang terus meningkat. Perkembangan industri musik terus mengalami peningkatan. Ini menyebabkan persaingan di antara agen penjualan alat-alat musik semakin tinggi. Hal ini memang sesuatu yang wajar. Namun, situasi saat ini berbeda sekali ketika Jonathan L. Sugiono (48) memulai merintis usaha penjualan alat-alat musik pada 1990. ”Awalnya saya membuka usaha alat-alat musik ini dalam bentuk jual beli. Tidak lama kemudian saya menjadi dealer alat-alat musik. Waktu itu dealer penjualan alat-alat ... SelengkapnyaMenghidupi Injil dalam KeanekaragamanBy: Stev | Kategori: Inspirasi | 19 Desember 2011, 15:39:30 Ketika remaja, Geoff berencana untuk kuliah di universitas, lalu bekerja di perusahaan ayahnya. Tapi, Tuhan menentukan lain. Ia kini memimpin lembaga gereja berpengaruh di dunia. Lembaga terbesar kedua setelah Vatikan dan Persekutuan Gereja Sedunia. Penempatan Tuhan ini disadarinya bukan berarti nihil visi dan tanggung jawab. Justru di pundaknyalah ia harus mewujudkan visi ini, yakni memperlengkapi para pemimpin gereja, menjadi penghubung dan penyambung lidah gereja bagi dunia.
Salah satu wujud nyatanya adalah memperjuangkan kebebasan beragama. “Pada Juli 2010 kami bekerja sama dengan Vatikan dan Persekutan Gereja Sedunia telah menandatangani dokumen bersama di Jenewa tentang kebebasan beragama. Isinya tentang hak untuk beriman dan ... SelengkapnyaUtojo Sutjiutama - Sampaikan Kabar Sukacita dengan SinemaBy: Steven Ohy | Kategori: Inspirasi | 16 Desember 2011, 15:37:50 Ketika industri film nasional lesu, bukan berarti mengurangi semangatnya untuk tetap berkarya di dunia sinematografi.
Semangat itu dapat dilihat dari sosok Utojo Sutjiutama (51) yang terus menekuni industri film. Ia fokus menggarap film-film rohani kristiani. Padahal saat ini film tersebut sulit dipasarkan. Banyak regulasi atau aturan dan tekanan. “Kalau ditayangkan untuk umum, memang agak sulit. Televisi swasta cenderung belum mau menerima. Padahal sebagian besar pemilik televisi swasta itu orang Kristen,” jelas Utojo.
Plesetan NamaDengan membandrol nama Holyworld Entertainment (HWE) pria kelahiran Jakarta, 1960, ini mencoba menerobos benteng kesulitan itu. “Nama Holyworld kami sepakati, karena ada aksen pengucapan yang mirip Hollywood di Amerika ... SelengkapnyaArend Stevanus Michiels - Optimis Bisa Lestarikan Musi KeroncongBy: Ret | Kategori: Inspirasi | 03 Desember 2011, 13:46:49 Banyak anak muda Indonesia yang melupakan musik keroncong. Padahal musik keroncong berasal dari Tanah Air kita. Untunglah di tengah kondisi tersebut masih ada yang bersedia melestarikannya, salah satunya Arend Stevanus Michiels.
Awalnya Arend Stevanus Michiels atau yang biasa disapa Arend, tidak suka dengan musik keroncong. Ia menggeluti musik keroncong karena dipaksa oleh ayahnya. Sang ayah, Andre Michiels, yang juga musisi keroncong senior Krontjong Toegoe, meminta Arend melestarikan musik keroncong. “Awalnya memang paksaan. Papa bilang keroncong lahir di Tugu (Jakarta Utara-red). Apa jadinya kalau orang Tugu tidak main keroncong. Jadi, mau tidak mau saya ikut terjun main keroncong,” kenang Arend.
Akhirnya walau terpaksa, ... SelengkapnyaHari Raya Semua Orang KudusBy: abi | Kategori: Inspirasi | 18 November 2011, 15:34:12 Hari Raya Semua Orang Kudus selalu diperingati oleh gereja pada 1 November. Momen ini sekaligus mengingatkan kita kepada semua orang yang menyembah Tuhan dan mendoakan kita yang masih berada di atas muka bumi. Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen. Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para rasul. Dahulu di Roma hari raya ini biasanya dirayakan ... SelengkapnyaRisma Oktavia Simbolon - Lestarikan Khazanah BangsaBy: Ret | Kategori: Inspirasi | 12 November 2011, 13:36:55 Tidak banyak generasi muda yang berminat melestarikan budaya bangsa. Kondisi tersebut rupanya mengusik penyanyi Rizma Octavia Simbolon untuk merilis sebuah album berbahasa Batak.
Dengan busana kasual berwarna putih dipadu balutan celana jeans, Rizma-begitu ia disapa menyambut hangat kedatangan BAHANA. Hari itu Rizma memang sengaja ingin memperkenalkan album barunya berbahasa Batak, Gariada yang baru saja rampung digarapnya. “Album ini baru saya ambil dari pabrik,” katanya tersenyum, sembari mempersilakan BAHANA menelisik album terbarunya itu.
Sebagai penyanyi berdarah Batak, Rizma merasa identitasnya sebagai penyanyi Batak belumlah lengkap bila belum memiliki album berbahasa Batak. “Apalagi penyanyi solo perempuan suku Batak sudah jarang. Rata-rata mereka sudah senior.” ... SelengkapnyaCinta itu Ibarat TanamanBy: Manati I Zega | Kategori: Inspirasi | 17 Oktober 2011, 16:04:32 Pernah membayangkan apa yang akan terjadi bila tanaman kesayangan Anda tidak disirami? Pasti akan layu bahkan mati. Cinta pun demikian adanya. Ia harus disirami dan dipelihara.
Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang menghendaki perceraian. Keluarga utuh idaman setiap pasangan. Secara alamiah, setiap insan mengharapkan keluarga bahagia, damai, dan bebas konflik. Suami istri dan anak saling mengasihi. Tidak ada pihak ketiga yang sengaja mengacaukan. Idealnya demikian.
Akan tetapi, kenyataannya tidak semudah impian itu. Perhatikanlah keluargakeluarga seumur jagung harus berakhir. Anak-anak jadi korban. Dendam dan sakit hati kerapkali mewarnai. Mengumpat dan saling menjelekkan selalu mengiringi. Cinta berubah jadi benci. Cinta yang indah menjadi prahara. ... SelengkapnyaMeninggalkan Popularitas Melayani KomunitasBy: Gro | Kategori: Inspirasi | 04 Oktober 2011, 15:59:02 Keinginan menjadi penyanyi mulai dirintis Alvin Kurniawan saat ia duduk di bangku SMA. Dengan dukungan dari keluarga, ia mulai melatih vokalnya. Seiring perjalanan waktu, apa yang diharapkan sang Ayah pun menjadi kenyataan. Ia bisa menyanyi untuk memuliakan Tuhan.Alvin, biasa ia disapa, anak dari dari pasangan Leyka Donata dan Almarhum Tony Indrayakti. Ia mulai melatih vokalnya ketika SMA. Sebelumnya, ia sama sekali tak bisa menyanyi. Pasalnya di masa kecil ia mengalami sakit pernafasan akut selama bertahun-tahun. Dalam masa penyembuhan tersebut, ia aktif sebagai pemusik.Mukjizat kesembuhan terjadi padanya setelah ayahnya berkomitmen untuk melayani Tuhan. Setelah penyakit asma yang diidapnya sembuh, Alvin pun ... SelengkapnyaMeraup Untung dari Tujuh SambalBy: Steven Ohy | Kategori: Inspirasi | 12 September 2011, 15:40:45 Sambal. Makanan berbahan dasar cabai itu tak asing di lidah kita. Pedasnya dapat dibuat beraneka rasa hingga lidah berpetualang ke alam selera pedas.Jika berkunjung ke kawasan Serpong, Tangerang, ayunkan kaki untuk menikmati panganan cita rasa Nusantara di Resto Pondok Kemangi.Di ruang dalam, persis depan pintu resto ini, aneka sambal sudah menanti kita. Bak meja ‘sesajen’ tujuh aneka sambal tergerai, menanti untuk dilahap. Ada sambal mangga, sambal manado, sambal cobek, sambal ikan, sambal kecap, sambal dabu-dabu, dan sambal goreng. Tujuh sambal yang menjadi pelengkap menu utama.Rupanya pemilik resto ini, Lukman Hartono (54) mengaku, meja tempat aneka sambal itu sengaja diletakkan untuk ... SelengkapnyaTop Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454 Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363 XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Book Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2012 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||