07 September 2010, |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Misi Gereja Guru, Panggilan Mulia dan Pelayanan BerdampakBy: HGA | Kategori: Misi Gereja | 03 Juli 2010, 09:00:03 Saya ingat guru SD yangg sangat saya kagumi. Kesabarannya dan kasihnya menuntun murid-murid, untuk bisa memahami pelajaran demi pelajaran. Setelah 20 tahun saya meninggalkan kampung halaman dan kembali berkunjung, ternyata beliau masih saja mengajar sebagai guru. Sementara murid-muridnya telah menjadi dokter, insinyur, sarjana hukum, dll. Namun, ia tetap mengajar sebagai guru.
Mengajar bagi seorang guru adalah bagian hidupnya, suatu panggilan yang mulia. Keberhasilan baginya tidak berhenti pada dirinya, melainkan saat melihat orang lain (Dulu Indonesia mengirim guru ke Malaysia, namun sekarang hanya mengirim TKI. Bahkan Malaysia menjual/memasarkan sekolah dan universitasnya ke Indonesia, diperkirakan ribuan siswa/mahasiswa dari Indonesia belajar di Malaysia akhir-akhir ... SelengkapnyaYosephine Efrina & Pondok Bina Siswa - Mewujudkan Mimpi Anak MiskinBy: Toni/Okta | Kategori: Misi Gereja | 15 Juni 2010, 15:52:39 Pernah berpikir membantu pendidikan anak-anak miskin di pedesaan? Kita pasti sudah melakukannya. Tapi pergi ke desa-desa, masuk ke gubuk-gubuk mereka, membangkitkan impian dan cita-cita, lalu menyekolahkan mereka…, pasti akan lebih rumit.
Tapi sekelompok anak muda telah melakukannya sejak tujuh tahun lalu, dan anak yang dibina sejak lulus SD kini sudah lulus SMA. “Waktu itu sekitar tahun 2003 ketika rekan-rekan saya; Frids, Dwi, dan Debinson kembali dari perjalanan berbulan-bulan. Mereka mengeksplorasi desa-desa di antara Jambi dan Pekanbaru. Mereka membawa seorang anak perempuan dari salah satu suku asli di sana, namanya Tuti, katanya ia baru lulus SD dan tidak mungkin melanjutkan sekolah karena ... SelengkapnyaNaomie Datu Langi: Membangun Londoun Hari KamisBy: Toni/Okta | Kategori: Misi Gereja | 24 Mei 2010, 14:50:25 Guru dari 62 murid ini tidak bisa membendung air matanya, ketika ia kembali terkenang masa-masa awal merintis TK Pelita hingga menjadi terang di desa Londoun. Usianya belum genap 23 tahun ketika tiba di desa kecil pelosok Sulawesi bagian utara itu.
Sebagai satu-satunya TK di sana, sehingga sebagian murid berasal dari desa yang jauh. Anak-anak itu berjalan kaki, menapaki jalan tanah nan bebukit di desa tropis penghasil kopra ini. “Mereka basah keringat ketika tiba, tapi wajah lelahnya segera hilang ketika barisan dibentuk dan mulai nyanyi,” kisah Naomie, gadis kelahiran Toraja 30 tahun lalu.
Tahun 2002, berawal dari mengajar 12 anak di balai desa, ... SelengkapnyaReh Sempana, Pendidikan Pra-sekolah untuk Anak NiasBy: Toni | Kategori: Misi Gereja | 28 April 2010, 08:23:19 Nyiur melambai meliuk gemulai menari menyambut para pendatang seiring alunan gelombang samudera biru. Menara-menara lonceng gereja mengintip dari baliknya.
Kali ini kita sudah mendarat di dermaga Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara. Terik matahari pagi itu semakin menyemangati, untuk terus berjalan menyusuri eksotisme Pulau Nias.
Terus berkendara di antara tebing dan pepohonan kelapa di jalan, yang mengular sepanjang pantai hingga berbelok untuk memasuki pedalaman ke arah Selatan. Kini semua sudah jauh berbeda dengan beberapa tahun lalu, ketika gempa besar mengguncang seantero pulau. Semua bangunan sudah kembali tegak seperti sedia kala, aspal mulus melintasi perkampungan tradisional, rumah-rumah panggung khas Nias dan deretan gereja-gereja bergaya ... SelengkapnyaHermin Rambakila, Ketika Cinta Bersemi di KomeringBy: yan | Kategori: Misi Gereja | 17 Maret 2010, 13:57:47 “Kita baru saja mulai akrab, mulai dekat, tapi sekarang Bu guru malah pergi meninggalkan kami..,” berlinang air mata ibu-ibu desa melepas kepergian seorang guru Taman Kanak-kanak.
Ibu guru sudah berdiri di depan pintu menanti anak-anak dengan senyum merekah, “Selamat pagi, Tuhan memberkatimu.” Anak-anak pun dengan segera membalas dengan kalimat yang sama.
TK Anugerah berdiri di Ogan Komering, Sumatera Selatan, di satu desa yang dihuni oleh orang asli Komering dan para pendatang dari Jawa. Desa ini sangat terpencil dan sulit untuk diakses. Tak kurang dari 30 kilometer jalan tanah liat yang lengket dan di antara kesunyian perkebunan sawit dan karet. Hampir seluruh penduduknya ... SelengkapnyaBias-bias Cahaya di Hutan KubuBy: Toni | Kategori: Misi Gereja | 11 Februari 2010, 10:04:51 Melayani anak-anak berdampak bagi Kerajaan Allah. Gereja kiranya menggarapnya dengan serius. Bagaimana dengan gereja Anda?
Aku segera melompat turun sesegera sampan kayu merapat di satu pemukiman Orang Kubu di tepi sungai. Sore itu cukup cerah sehingga bias-bias cahaya matahari dari celah-celah pohon masih hinggap di permukaan sungai, memantulkan kembali warna-warni jingga cakrawala. Anak-anak bertelanjang badan yang sedang asyik mandi, segera mengiringi menuju hunian mereka.
Tempat ini bernama Tanjung Harapan, di tepi aliran Sungai Rupit, pedalaman Rimba Rupit, Sumatera Selatan. Sampai ke sini perlu waktu satu jam dengan perahu motor. Di pemukiman berdiri SD Tanjung Harapan, bangunannya berdinding papan dan cuma punya satu ... SelengkapnyaYOUR MINISTRIES - Memperlengkapi Anak MudaBy: gro | Kategori: Misi Gereja | 27 Januari 2010, 09:22:47 Dalam era globalisasi sekarang ini, anak-anak muda mendapatkan sumbangan yang positif dari adanya kemajuan di bidang teknologi, seperti, komputer, internet, dsb, yang semakin hari tampilannya semakin canggih. Lewat kemajuan teknologi tersebut anak-anak mudapun dengan mudah bisa mendapatkan informasi secara global yang memperkaya ilmu pengetahuan mereka lewat televisi, radio maupun film. Akan tetapi tak sedikit pula anakanak muda yang menjadi korban dari terjadinya globalisasi. Lewat internet anak-anak muda dapat dengan mudah meng akses situs-situs porno. Tidak hanya itu, narkoba juga menjadi bayang-bayang anak muda yang setiap saat dapat merusak masa depan anak muda.
Kondisi inilah yang mendorong Togi Simanjuntak (38) terenyuh dan ... SelengkapnyaWamena, 17 Tahun dan Visi Membangun Generasi PapuaBy: Toni | Kategori: Misi Gereja | 13 Januari 2010, 09:25:17 Anniversary 17 tahun PESAT “Melayani Tuhan dan Sesama di Papua” digelar 11-12 September 2009, kolaborasi orangtua siswa dan komite sekolah ini pun menggelar bazar selama dua hari, demi mendukung pembangunan Sekolah Rumah Hikmat Tuhan di Wamena. Dihadiri Bupati Kabupaten Jayawijaya John Wempie Wetipo, S.Sos, M.Par dan Ibu John Banua, istri Wakil Bupati Jayawijaya John Banua.
Dalam kesempatan tersebut Bupati memberikan apresiasi-nya untuk pelayanan PESAT di Papua, yang selama 17 tahun telah turut membangun sumber daya manusia Papua melalui pendidikan. Manager Regional PESAT Wamena Marde Mawikere, MA pun menambahkan bahwa, sesungguhnya partisipasi masyarakat lokal juga telah turut mendukung mengembangkan pelayanan PESAT di ... SelengkapnyaYayasan Sumber Sejahtera - Mendukung Gereja Mewartakan Kabar BaikBy: rob | Kategori: Misi Gereja | 31 Desember 2009, 09:03:35 Meski telah berkiprah selama 13 tahun di tanah air, eksistensi Yayasan Sumber Sejahtera (Yasuma) belum begitu dikenal luas. Padahal sudah banyak yang dilakukan lembaga yang akrab mendukung gereja ini. Peran Yasuma terhadap kelangsungan misi penginjilan di Indonesia tidak boleh dipandang sebelah mata.
Yasuma yang disebut juga dengan Bible League Indonesia (BLI) resmi berdiri di Indonesia pada 16 Oktober 1996. Institusi ini merupakan perpanjangan tangan dari pelayanan BLI yang berkantor di Chicago, Amerika Serikat. Dalam pelayanannya BLI mendukung peran gereja melalui dua program, yaitu proyek Filipus dan Church Planter Training (CPT).
Proyek Filipus merupakan sebuah program penginjilan dan pemuridan melalui penempatan Alkitab. Artinya ... SelengkapnyaMembangun Anak Melampaui Batas Berpikir Orang DesaBy: Toni | Kategori: Misi Gereja | 23 November 2009, 09:27:27 Sibolangit, 60 KM dari Kota Medan, Sumatera Utara, rumah-rumah papan beratap daun dan seng usang menghiasi tanah yang berbukit-bukit. Ekonomi keluarga-keluarganya ditopang oleh pepohonan nira, cokelat, dan durian, yang membuat penghasilan mereka sebenarnya lebih dari cukup. “Namun budaya di sini mengharuskan mereka untuk mengeluarkan banyak uang pada acara-acara adat di waktu-waktu tertentu,” jelas Rostani. Itulah mengapa desanya tetap nampak seperti desa miskin.
Ibu Guru Rostani (24) terlihat begitu mahir mengendarai bebek mesin di jalan yang meliuk-liuk itu. Ia sangat populer di sini, maklum bersama para guru ia sering datang berkunjung ke rumah anak-anak TK-nya yang tersebar di beberapa desa. Ia memimpin ... SelengkapnyaTop Gallery Most Wanted
Semua Warta »Warta Selengkapnya |
Cari Arsip
![]() Warta Kita
Video
Beranda Chat
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Online Counseling
Butuh konseling segera
«Klik di sini» *)Konseling ini bersifat gratis dan dibuka selama jam kerja (08.00 - 15.00 WIB) Top Artikel
Polling
SMS Renungan
Untuk Renungan Malam Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi Kirim ke: 5454 (Telkomsel), 7363 (Flexi dan XL) Khusus Renungan Siang Ketik REG <spasi> SIANG dan kirim ke 5454 (Telkomsel) Untuk berhenti: UNREG <spasi> REMA atau REPA atau SIANG *) Rp. 1000,- per SMS + PPN Sabda Tuhan
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hot News | Misi Gereja | Bible World | Inspirasi | Vitamin | Konseling | Kesaksian | Tips | Renungan | Jadwal | Buku | Musik | Online Store |Profil | Artikel | Artis dan Tokoh | Apresiasi | |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Moderator: Admin: |
Copyright © Andi Offset - 2010 - All Rights Reserved Jl. Beo 38 - 40, Yogyakarta 55281 Telp. (0274) 545465 Fax (0274) 545465 Email: info@ebahana.com Kontak Redaksi Majalah Bahana: redaksi@bahana-magazine.com |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||