Kitab Kisah Para Rasul dilatarbelakangi sejarah suram bangsa Yahudi. Mereka berada dalam penjajahan selama lebih dari 500 tahun. Saat kisah para rasul ini dimulai, bangsa Yahudi hidup di bawah penjajahan Romawi kurang-lebih 90 tahun lamanya. Selama masa penjajahan ini, mereka pun mengalami krisis berkepanjangan. Baik krisis dalam hal ekonomi, sosial maupun politik. Kemiskinan merajalela. Bangsa Yahudi tidak memiliki kebebasan berpolitik. Rakyat begitu tertindas dan menderita. Dengan demikian, kemerdekaan ataupun pemulihan sangatlah mereka dambakan.
Itulah sebabnya, ketika para murid berada di Bukit Zaitun bersama Tuhan Yesus sebelum peristiwa kenaikan-Nya ke surga, mereka bertanya, “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Kis. 1:6). Agaknya, permohonan para murid ini menjadi semacam kerinduan yang amat besar untuk segera terwujudnya kebebasan, kemerdekaan, dan pemulihan dari multi krisis berkepanjangan tersebut. Sebuah permohonan dan harapan yang tentunya sangatlah wajar, seperti doa kita juga saat ini bagi negeri tercinta! Apalagi para murid sudah mengenal Tuhan Yesus yang sangat mengasihi mereka dan dunia ini.
Namun sesungguhnya, Tuhan Yesus memunyai rencana lain yang jauh lebih besar, indah, dan mulia bagi mereka. Lebih dari sekadar kemerdekaan dan pemulihan secara sosial, ekonomi maupun politik! Oleh karena itu, terhadap permohonan para murid-Nya, Tuhan Yesus menjawab, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:7-8)
Ketika Tuhan Yesus memberikan mandat untuk menjadi saksi-Nya ini, para murid pertama tersebut merupakan bagian dari masyarakat Yahudi pada masa itu yang sedang menghadapi situasi krisis dan kemiskinan yang luar biasa. Namun di tengah-tengah kondisi seperti itulah, Tuhan Yesus justru menganugerahkan kesempatan bagi mereka untuk menjadi saksi-saksi- Nya. Ia tidak berjanji untuk memulihkan dulu bangsa Israel, baru kemudian mereka mampu menjadi saksi-Nya. Bahkan kerinduan, permohonan/doa, dan pengharapan mereka untuk pemulihan dan kemerdekaan bangsanya secara politik, barulah dijawab pada 1948 saat Israel merdeka sebagai satu negara. Itu berarti bahwa kemerdekaan Israel terjadi setelah lebih dari 1900 tahun kemudian!
Di sinilah titik tolak awal misi para rasul. Dimulai dari situasi krisis ekonomi dan politik. Misi tidak dimulai dengan kebesaran, kekayaan, dan kemegahan gereja serta anggota jemaat yang banyak. Namun sebaliknya, misi justru dimulai dari tengah-tengah situasi kemiskinan dan krisis. Dari sekelompok orang yang tadinya dianggap remeh dan sederhana, tapi Tuhan berkenan memakai mereka sabagai alat untuk dapat menyatakan kuasa-Nya. Misi dimulai bukan dengan menunggu gereja menjadi besar dahulu, mapan, dan jumlah anggotanya banyak. Cikal bakal jemaat mula-mula hanyalah suatu persekutuan kecil yang terdiri dari beberapa orang saja, yaitu para murid dan “anggota keluarga” Tuhan Yesus (Kis. 1:13-14). Jadi sebenarnya, dasar pelaksanaan misi bukanlah uang, kekuasaan ataupun kemapanan. Melainkan, Amanat Agung Tuhan Yesus yang dilaksanakan dalam urapan kuasa Roh Kudus di tengah-tengah dunia ini!
Pada edisi Paskah kali ini, BAHANA secara khusus mengupas tentang Smart Mission. Semoga sajian dalam Sorotan Utama ini dapat menginspirasi dan memotivasi Pembaca di mana pun untuk sungguh-sungguh memiliki hati misi, dan mampu menjadi saksi Kristus yang hidup di tengah-tengah bangsa yang penuh carut-marut ini. Selamat Paskah!
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> SIANG Untuk Renungan Siang Kirim ke:
TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN