Kabut hitam kembali menggelayut di atas bumi ibu pertiwi. Korban jiwa berjatuhan. Belasan orang terluka, dan harus dirawat di rumah sakit. Tempat-tempat ibadah, di antaranya 3 bangunan gereja, lagi-lagi dirusak dan dibakar massa. Beberapa fasilitas umum tak luput pula dari amukan massa. Kerusuhan bernuansa SARA di Pandeglang dan Temanggung awal Februari lalu, yang berakhir dengan tindakan anarkis tersebut, semakin menambah panjangnya catatan peristiwa kelam di negeri Bhineka Tunggal Ika ini.
Belum lagi, sejumlah tumpukan persoalan besar di negara Pancasila sampai sekarang pun masih belum tuntas penyelesaiannya. Kasus Gayus Tambunan tampak semakin tak jelas ujung pangkalnya. Kasus Bank Century dibiarkan tetap tinggal sebagai misteri. Kasus APBD yang banyak diselewengkan pejabat di daerah. Memang, sudah ada beberapa mantan pejabat ataupun petinggi negara yang telah dibawa ke meja hijau, dan kini mereka mendekam di hotel prodeo. Namun, upaya pengungkapan kasus korupsi yang tengah digencarkan KPK, tampaknya tak mungkin bisa menyentuh sampai ke akarnya. Apalagi sampai bisa membabatnya tuntas!
Selain itu, beragam kasus pelanggaran moral dan kejahatan kemanusiaan, semakin mudah pula dijumpai. Pornografi dan pornoaksi. Seks bebas. Perselingkuhan. Perilaku seksual menyimpang. Pesta narkoba yang sering diakhiri dengan sex party. Pelegalan aborsi. Gaya hidup hedonistis yang makin mencuat ke permukaan. Penghalalan segala cara demi mencapai tujuan. Budaya kekerasan. Tawuran massa. Vandalisme. Pembunuhan sadis dengan cara mutilasi. Terorisme. Dan, banyak lagi rentetan kasus yang masih bisa ditambahkan di sini.
Semua ini hanyalah mengindikasikan bahwa hati nurani dan moral bangsa sudah tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Kalau tak mau dikatakan sudah tumpul, atau bahkan mati! Sebenarnya, apa yang sedang terjadi di bangsa ini? Bukankah Indonesia sejak kemerdekaannya dikenal sebagai bangsa dan negara yang menjunjung tinggi keagamaan, kemanusiaan, dan juga kesusilaan? Tapi bagaimana mungkin dalam waktu relatif singkat, tiba-tiba saja kini timbul begitu banyak tindakan yang justru amat bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan kesusilaan? Pertanyaan reflektif ini patutlah kita renungkan bersama!
Berangkat dari keprihatinan mendalam melihat fakta paradoks yang semakin menggejala luas di masyarakat kita, Bahana mengangkat tema Sorotan Utama “Benteng Moral yang Tak Berdaya”. Benarkah agama telah gagal menjadi benteng moral masyarakat? Pdt. (Em.) Natan Setiabudi berujar, “Pengaruh agama tidaklah istimewa. Berhenti pada formalitas.” Sementara Purnawan Tenibemas, Ph.D. menjelaskan bahwa moral adalah buah iman dari orang yang telah diselamatkan. “Sikap hidup yang dipertontonkan dalam kehidupan sehari-hari menunjukkan bahwa seseorang itu telah ditebus dalam Kristus,” demikian tandas Ketua Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus Bandung. Dan, hal ini terjadi ketika seseorang telah berjumpa dengan Yesus Kristus, dan menjadikan Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan.
Jadi, bukan karena seseorang beragama Kristen, bahkan mungkin sangat aktif dalam berbagai kegiatan/pelayanan gerejani, maka ia lantas menjadi pribadi yang secara otomatis pula hidup sesuai standar firman Tuhan sehingga bisa menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat. Perjumpaan secara pribadi dengan Yesus Kristus, serta menjadikan Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan atas hidupnya, itulah kunci utamanya! Sama seperti Zakheus, yang berubah total hidupnya, setelah ia berjumpa dengan Yesus Kristus. Juga, sama seperti Saulus, yang namanya kemudian menjadi Paulus, sesudah ia mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Sang Juruselamat. Bukankah memang demikian seharusnya?
Lebih Suka Jadi Atlet Pebasket Denny Sumargo rupanya tengah sibuk menyiapkan dua film terbarunya sekaligus.Sebetulnya, untuk debutnya di dunia ... Selengkapnya
Asuransi yang Tepat Pak Eko di BAHANA, Saya mau tanya, sebaiknya asuransi seperti apa yang kita miliki? Saya ... Selengkapnya
•
Mempertahankan Kekayaan Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan- ... Selengkapnya
Kuhidup dalam Kemenangan Yesaya 43:2 Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau ... Selengkapnya
•
Ada apa di Keluargaku? Seseorang yang memiliki roh penolakan yang kuat, secara sadar atau tidak sadar akan mengirimkan sinyal-sinyal ... Selengkapnya
•
Aku Punya Sahabat Dalam hidup ini ada dua hal yang kita nikmati, yaitu ketenangan batin dengan Sang Khalik ... Selengkapnya
Hadiah Terindah Bacaan: Kolose 2:6-15 Menjadi pemenang dalam sebuah pertandingan pasti terasa sangat menyenangkan. Biasanya, ada hadiah ... Selengkapnya
•
Posisi di Hadapan Tuhan Bacaan: Kejadian 3:8-15Ketika menggunakan komputer, kadang kita merasa lelah, nyeri pada bagian tangan, atau mata ... Selengkapnya
•
Jangan Wariskan Utang Bacaan: Amsal 13:20-22 Kepengurusan PSSI era Nurdin Halid ternyata meninggalkan utang, bukan hanya utang prestasi ... Selengkapnya
•
Bertobat Secepat Mungkin Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10 Apakah Anda sering mengalami cegukan dan bingung bagaimana mengatasinya? Cobalah salah ... Selengkapnya
•
Jangan Mau Dibohongi Bacaan: Imamat 19:23-31 Meski gelombang modernisasi telah lama merambah Cina, hal-hal takhayul rupanya masih kuat ... Selengkapnya
•
Pemimpin yang Melayani Bacaan: Yohanes 13:1-20 Sebagai presiden Amerika Serikat, Barack Obama tentu selalu mendapat pelayanan kelas satu ... Selengkapnya
Dampak Kawin Campur Jakarta, BAHANAKawin campur bisa menimbulkan dampak terhadap emosi dan psikologis. Hal tersebut dipaparkan Ketua Program ... Selengkapnya
Sampaikan uneg-uneg Anda dalam Beranda Chat ini, seperti ujud doa, salam-salam, usul, saran, dll. Mohon tidak berbau SARA. (Jam kerja admin: 08.00 - 15.00 WIB)
Ketik REG <spasi> REMA Untuk Renungan Malam
Ketik REG <spasi> REPA Untuk Renungan Pagi
Ketik REG <spasi> SIANG Untuk Renungan Siang Kirim ke:
TELKOMSEL (Simpati, HALO, Kartu As): 5454
Telkom (Flexi Classy, Trendy, Combo): 7363
XL (Jempol, Bebas, Explor): 7363 Untuk berhenti:
UNREG PAGI / SIANG / MALAM
& kirim ke nomor yang sama diatas
*) Rp. 1000,- per SMS + PPN